Inilah Contoh Segmentasi Pasar yang Baik

Menyoal dunia usaha maupun bisnis tentu membutuhkan pasar sebagai wadah untuk mengeruk pundi keuntungan. Pasar disini merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli berdasarkan produk yang ditawarkan. Segmentasi pasar masuk kedalam salah satu faktor yang mempengaruhi keberlangsungan suatu usaha. Salah satu contoh segmentasi pasar adalah sebagai berikut, apabila Anda ingin mendirikan sebuah restauran dengan makanan dan tempat yang kekinian maka segmentasi pasar Anda adalah para anak muda masa kini. Pemilihan anak muda sebagai target pasar cukup beralasan mengingat produk yang ditawarkan memang tengah digemari anak muda masa kini. Penentuan segmentasi pasar harus didasarkan pada kekuatan dan kelemahan produk atau usaha yang Anda miliki.

Beberapa Contoh Segmentasi Pasar

Contoh segmentasi pasar yang baik dapat dilihat dari seberapa matang persiapan mulai dari produk, kemasan, hingga pemasaran. Misalkan Anda ingin merintis sebuah usaha bengkel khusus motor gede, yang pertama Anda harus cermati adalah ada atau tidak komunitas atau pengguna motor gede di daerah tempat Anda membuka usaha. Jika ada dan jumlahnya banyak maka Anda telah mendapatkan segmen pasar. Langkah selanjutnya adalah melakukan promosi dan pemasaran untuk bengkel Anda supaya para pemiliki moge mau untuk memakai jasa bengkel Anda.

Segmentasi pasar merupakan salah satu fase yang sangat menentukan bagi usaha atau bisnis yang Anda kelola. Lewat fase inilah kejelian dan strategi usaha Anda diuji, apakah cukup peka melihat peluang atau sebaliknya salah menentukan target konsumen. Ketelitian dan interaksi sebanyak mungkin dengan calon konsumen menjadi kartu as bagi Anda dalam menentukan segmentasi pasar.

Berdasarkan contoh segmentasi pasar yang telah disebutkan di atas dapat dilihat bagaimana kejelian dan kepekaan Anda sangatlah diperlukan. Apabila Anda bukan termasuk golongan orang yang teliti maka Anda dapat bekerja sama dengan orang yang teliti untuk bergabung bersama Anda. Namun, jika Anda lebih suka bekerja sendirian maka latihlah kepekaan dan kejelian dengan jalan lebih sering berinteraksi dengan calon konsumen. Nah, mulailah dengan mempelajari dan mengamati sekeliling Anda untuk merangsang insting peka dan jeli Anda.

Tinggalkan Balasan